Manyipa merupakan sebutan dalam bahasa Dayak Ngaju atau dikenal dengan menginang, yang merupakan istilah untuk menyebutkan dalam kebiasaan mengunyah beberapa bahan yang dipadu-padankan antara Daun Sirih , Pinang, Kapur, Gambir dan juga Tembakau. Daun sirih yang kerap digunakan yaitu sirih jarenang.
Tradisi Manyipa atau menginang merupakan warisan yang ada di Kalimantan Tengah, yang sering dijumpai ketika bertamu dirumah suku Dayak Ngaju. Selain itu Manyipa juga memiliki tradisi yang digunakan sebagai menyambut tamu, ketika berkumpul dengan keluarga, bahkan tidak terlepas pada saat kegiatan acara adat-istiadat. Dalam ajaran tertentu yaitu agama Hindu Kaharingan, manyipa juga bagian dari sebuah sarana upacara. Manyipa juga kerap kita lihat ketika ada upacara kelahiran, kematian, dan sebagainya.
Daun Sirih yang digunakan untuk manyipa yaitu sirih jarenang, sirih yang digunakan yaitu sirih yang sudah tua, daunnya sudah keras.
Kapur atau dalam bahasa dayak yaitu tuwar. Kapur yang digunakan merupakan kapur yang terbuat dari kulit kerang dara. Kulitnya diambil lalu dibakar sampai warnanya membentuk seperti kapur, setelah itu baru disiram dengan air panas lalu diamkan hingga dingin.
Pinang atau buah pinang juga hal yang tidak dapat dtinggal dalam manyipa. buah pinang yang digunakan tergantung selera masing-masing, ada yang suka dengan pinang muda dan ada yang suka manyipa dengan pinang tua.
Gambir biasa juga bisa diambil daunnya yang sudah tua lalu dikeringkan, ataupun getahnya yang diambil.
Tembakau juga bagian dari perlengkapan manyipa, tapi tidak semua kalangan suka manyipa dengan tembakau, karena ada rasa pahitnya. Tembakau biasanya ada yang dikunyah langsung, bisa juga diselipkan digusi.
Manyipa atau dikenal dengan menginang ini sudah lama dikenal dari zaman dulu, karena orang dayak ngaju meyakini bahwa manyipa dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka pada mulut, menghilangkan bau mulut, bahkan manyipa juga diyakini dapat mengikat tali persaudaraan, karena saat manyipa orang akan bercakap satu dengan yang lain sembari menghabiskan sipa didalam mulut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar